Janji Pemprov Sukseskan Peran Saka Nasional Gorontalo Dinilai ‘Fiktif Belaka’, Fasilitas MCK Amburadul

Limutu.id, Gorontalo – Pelaksanaan Perkemahan Saka Nasional (Peran Saka) yang diagendakan mulai 2 November di Bumi Perkemahan (Buper) Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo, memicu gelombang pertanyaan dan kekecewaan publik. Pasalnya, menjelang hari-H, pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) vital, khususnya fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK), dinilai masih amburadul.

‎Kondisi ini membuat janji Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo untuk menyukseskan acara akbar kepramukaan nasional tersebut dianggap sebagai “cerita fiktif belaka” dan bahkan disamakan dengan alur sinetron yang penuh drama dan janji palsu.

‎Ketua Karang Taruna Kabupaten Gorontalo Sofyan Ishak, Kritik tajam diarahkan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo, yang bertanggung jawab atas pembangunan fasilitas dasar di Buper Bongohulawa.

‎Fasilitas MCK, yang merupakan kebutuhan primer bagi ribuan peserta dari berbagai daerah, justru menjadi sorotan utama karena kondisinya yang belum rampung dan terkesan dikerjakan asal-asalan.

‎”Ini adalah event nasional yang membawa nama baik Gorontalo. Janji Pemprov yang muluk-muluk di awal ternyata hanya sekadar fiktif belaka di lapangan. Bagaimana mungkin fasilitas dasar seperti MCK dibiarkan amburadul menjelang kedatangan ribuan tamu?” ujar  sofyan ishak

‎Ia menambahkan bahwa keterlambatan dan kualitas pekerjaan yang buruk ini tidak hanya mengancam kenyamanan dan kesehatan peserta, tetapi juga berpotensi merusak citra Gorontalo sebagai tuan rumah.

‎Dirinya berharap Pemprov Gorontalo untuk segera mengambil langkah drastis dan nyata. Waktu yang tersisa hanya tinggal hitungan hari, dan kegagalan dalam menyediakan fasilitas standar akan menjadi preseden buruk.

‎”Ini bukan hanya masalah MCK, tapi ini adalah pertaruhan kredibilitas Pemprov Gorontalo dalam mengelola event besar,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *